Friday, May 17, 2013

Ronnie dan Julia - 2

Awek Pantat Panas CantikKamu orang jahat yah nggak bagi-bagi breakfast. Aku cuman ketawa kecil. Puting mereka mengeras dan aku rasa mereka mulai horny. Gerakan mulut Julia mulai lebih cepat. Dari sudut mataku, aku melihat Amy dan Monica sedang French Kissing dan Finger Fucking each other. Gila benar cewek-cewek ini. Pagi-pagi sudah aktif banget. Mulut Julia tidak diam naik turun, aku mulai mainkan puting dan payudara Julia.

Jul, kita 69 saja deh. Saranku. Julia melepaskan hisapannya dan aku langsung rebahan di tanah. Julia mulai berada di atasku dan aku langsung hisap vaginanya yang sekarang basahnya bukan main. Sesekali kujilat clitorisnya. Setiap kali kujilat clitorisnya dia langsung mendesah Oh. Akhirnya setelah lima menit begituan, lidahku mulai capai. Aku mulai masukan dua jari ke dalam, teriakan Ahh terdengar, aku mulai jilati clitorisnya dan maju mundurkan jariku. Dia sekarang cuma teriak, Enak Ron, terus Ron kerasan dong jilat terus. Aku cuma bisa jawab, Eh lidahku capek nih, jarang-jarang saja lidahnya. Setelah itu aku mainkan clitorisnya pakai jempolku sementara kedua jariku nggak berhenti maju mundur. Begitu tanganku yang satunya menyentuh payudaranya, dia langsung teriak, Oh yes Ron! Otot vaginanya langsung tegang dan bajir klimaksnya mulai membasahi mukaku. Untuk sementara dia berhenti menyedot sebentar. Sementar itu Amy dan Monica sudah ganti posisi jadi 69 juga. Setelah Julia mulai menghisap lagi, Mereka sudah klimaks, sebab kudengar mereka teriak Im coming! bergantian dan nafas mereka menjadi berat dan dapat terdengar jelas. Aku yakin aku sebentar lagi mulai klimaks. Aku coba tahan sebentar tapi aku nggak bisa. Sedotan mulut Julia memang hebat. Tak lama kemudian kusemprot saja spermaku ke dalam tenggorokan si Julia. Setelah itu, dia menciumku. Tanpa diduga, ternyata dia cuma telan sebagian spermaku sebab sebagiannya dimasukan ke mulutku. Itu pertama kali aku merasakan sperma. Rasanya agak aneh tapi lumayan nikmat juga.

Jogging track Senayan - 3

Awek Pantat Panas CantikMbak Amy meletakkan gelas dan berlutut didepanku.. Mbak Amy melepas ikatan rambutnya dan mengibaskanya sehingga harum rambutnya tercium olehku. Mbak Amy memegang rambut dengan tangannya dan menundukan kepala sementara tangannya yang satu lagi memegang 'adik'ku lagi meremas memijat dan mengelusnya
"Mbak ingin nyepong kontol kamu lagi Vi.. kontol kamu enak sih" katanya sambil menundukan kepala dan menghisap 'adik'ku.
Setelah beberapa lama.. 'adik'ku tegang lagi dan rambut Mbak Amy menyentuh perutku sementara Mbak Amy sibuk menghisap dan menjilat, aku memegang dan mengelus kepala Mbak Amy.

Tuesday, April 30, 2013

Pacarku dan adik-adiknya

Awek Pantat Panas CantikCerita ini berawal ketika aku pacaran dengan Dian. Dian adalah seorang gadis mungil dengan tubuh yang seksi dan dibalut oleh kulit yang putih mulus. Walaupun payudaranya tidak terlalu besar, ya.. kira-kira berukuran 34 lah. Selama pacaran, kami belum pernah berhubungan badan. Hanya saja kalau nafsu sudah tidak bisa ditahan, biasanya kami melakukan oral seks.

Dian memiliki dua orang adik perempuan yang cantik. Adiknya yang pertama, namanya Elsa, juga mempunyai kulit yang putih mulus. Namun payudaranya jauh lebih besar daripada kakaknya. Menurut kakaknya, ukurannya 36B. Inilah yang selalu menjadi perhatianku kalau aku sedang ngapel ke rumah Dian. Payudaranya yang berayun-ayun kalau sedang berjalan, membuat penisku berdiri tegak karena membayangkan betapa enaknya memegang payudaranya. Sedangkan adiknya yang kedua masih kelas 2 SMP. Namanya Agnes. Tidak seperti kedua kakaknya, kulitnya berwarna sawo matang. Tubuhnya semampai seperti seorang model cat walk. Payudaranya baru tumbuh. Sehingga kalau memakai baju yang ketat, hanya terlihat tonjolan kecil dengan puting yang mencuat. Walaupun begitu, gerak-geriknya sangat sensual.

Tuah badan - 1

Awek Pantat Panas Cantik"Hei Fendi", namaku diseru dari belakang. Rasanya itu suara orang pompuan. Aku menoleh ke belakang.
"Are you Rita?", tanyaku.

Belum pun sempat menjawab Rita terus menerpa kedua-dua tanganku lalu dipegangnya erat. Ya, memang dia Rita. Kenalan lamaku tapi sudah sekian lama kami tak bertemu. Lantas aku bawa dia minum di sebuah gerai tidak jauh dari situ. Itulah pertemuan kami setelah lama berpisah kerana Rita mengikuti suaminya berpindah dari tempatku dulu.

Monday, April 15, 2013

Aku janda kesepian

Awek Pantat Panas CantikPara netters sekalian, aku ingin sekali menceritakan pengalaman hidup masa laluku kepada anda semua, mungkin ada di antara anda yang dapat mengobati perasaanku ini. Tetapi tolong jangan terobsesi dengan ceritaku ini. Ceritaku ini berawal ketika di usiaku yang masih terbilang muda, 19 tahun, papaku waktu itu menjodohkan aku dengan seorang pemuda yang usianya 10 tahun lebih tua dari aku dan katanya masih ada hubungan saudara dengan keluarga mamaku.

Memang usiaku saat itu sudah cukup untuk berumah tangga dan wajahku juga tergolong lumayan, walaupun badanku terlihat agak gemuk mungkin orang menyebutku bahenol, namun kulitku putih, tidak seperti kebanyakan teman-temanku karena memang aku dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang berdarah Cina-Sunda, papaku Cina dan mamaku Sunda asli dari Bandung. Sehingga kadang banyak pemuda-pemuda iseng yang mencoba merayuku. Bahkan banyak di antara mereka yang bilang bahwa payudaraku besar dan padat berisi sehingga banyak laki-laki yang selalu memperhatikan buah dadaku ini saja. Apalagi bila aku memakai kaos yang agak ketat, pasti dadaku akan membumbung tinggi dan mancung. Tetapi sampai aku duduk di kelas 3 SMA aku masih belum memiliki pacar dan masih belum mengenal yang namanya cinta.

Sofa kuningku

Awek Pantat Panas CantikPukul 13:50 WIB di flat tempat tinggal Sonny, Hujan tinggal gerimis saja tapi cukup menyejukkan di siang hari yang biasanya panas. Rupanya hujan deras tadi membuat perjalanan dari bandara cukup lama. Setelah mampir di warung Mas Mono untuk membeli rokok kita berdua bergegas ke kamarku yang terletak di lantai 4.
"silakan masuk!" aku mempersilakan Imel masuk kamarku.
"Tapi sorry yah tempatku berantakan, maklum cowok", aku agak tidak enak kalau Imel tidak nyaman di sini.
"Ah kamu Son.. biasa aja kok, tempatku di Singapura juga nggak lebih bagus dari ini", ujarnya merendah.